Gelaran Tahunan LATANSA XXIX: Tabligh Akbar BAPINDA Hadirkan Pesan “Recharge Your Iman, Tumbuh Lebih Baik Cari Panggilanmu”
Filsafat Muslim - Suasana Gedung Serba Guna (GSG) Syari’ah UIN Raden Intan Lampung pada Selasa, 25 November 2025, terasa hangat dan penuh energi spiritual. Ratusan mahasiswa berkumpul untuk mengikuti Tabligh Akbar yang menjadi salah satu rangkaian utama Gelaran Tahunan Satu Rasa (LATANSA) ke–XXIX sekaligus memperingati Milad UKM BAPINDA.
Dengan mengusung tema “Recharge Your Iman, Tumbuh Lebih Baik Cari Panggilanmu”, acara ini menghadirkan tiga pengisi utama:
1. Risyad Baya’sud sebagai Special Guest Star,
2. Alfathar dalam sesi Special Talkshow,
3. Dio A. Diadon sebagai Special Performance.
Acara juga turut dihadiri oleh Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., Wakil Rektor III UIN RIL, serta Dr. H. Wahyu Riyana, S.Hum, ChRMP., selaku pembina UKM BAPINDA. Tak kurang dari 130 peserta meramaikan tabligh akbar tahun ini.
Hasil Wawancara Ketua Pelaksana: “Kami ingin acara ini jadi ruang untuk menata ulang hati”, Sa’ad Abdul Hakim selaku Ketua Pelaksana menjelaskan tujuan diadakannya tabligh akbar ini secara lebih personal.
“Banyak dari kita yang sibuk dengan aktivitas kampus sampai lupa menenangkan diri,” jelasnya.
“Melalui tabligh akbar ini, kami ingin menyediakan ruang khusus bagi jamaah untuk menata ulang hati dan menyegarkan iman. Supaya kita bisa ingat lagi apa yang benar-benar penting dalam hidup.”
Sa’ad menegaskan bahwa LATANSA bukan hanya agenda tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai ukhuwah dan dakwah di lingkungan kampus.
Pesan Utama Risyad Baya’sud: “Jangan jadikan hidup orang lain sebagai barometer diri”
Dalam sesi materi, Risyad Baya’sud memaparkan tentang fenomena manusia modern yang kerap merasa kurang dan tidak pernah puas. Menurutnya, banyak orang jatuh dalam ketidaktenangan karena terlalu sering membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.
“Manusia yang selalu merasa kurang adalah manusia yang terus melihat ke atas, menjadikan hidup orang lain sebagai barometer,” ujarnya.
“Padahal ketenangan itu hadir ketika kita fokus memperbaiki diri sendiri.”
Penyampaian Rishad yang lugas, dekat dengan kehidupan mahasiswa, dan penuh contoh konkret membuat banyak peserta tersentuh dan merenung. (Ugy/FM)
