KMHDI Siapkan Kongres Nasional 2026, Lampung Selatan Jadi Kandidat Tuan Rumah
Filsafat Muslim - Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) tengah bersiap menggelar Kongres Nasional yang direncanakan berlangsung pada 29 Januari 2026. Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang intens dibahas sebagai lokasi penyelenggaraan. Persiapan ini disampaikan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Provinsi Lampung, I Nengah Candra Irawan, dalam audiensi bersama Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Kamis, 20 November 2025.Dalam pertemuan tersebut, I Nengah Candra Irawan menjelaskan bahwa proses pemetaan lokasi masih berlangsung. Terdapat tiga cabang aktif KMHDI di Provinsi Lampung yang menjadi bahan pertimbangan, yakni Metro, Lampung Selatan, dan Bandar Lampung. Ketiganya dinilai memiliki potensi logistik dan dukungan komunitas yang kuat.Selain agenda kongres, Candra menyebut panitia juga tengah merancang program wisata bagi para peserta dari seluruh Indonesia. Kabupaten Lampung Selatan disebut sebagai salah satu destinasi unggulan yang sedang dipertimbangkan karena perkembangan sektor pariwisatanya yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.“Diperkirakan akan hadir delegasi dari sekitar 60 kabupaten/kota dan 26 provinsi. Ini menjadi momentum penting bagi KMHDI untuk memperkuat jejaring nasional serta mendukung promosi daerah,” ujar Candra dalam keterangan resminya.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik rencana tersebut. Dalam tanggapannya, ia menyatakan kesiapan daerah yang dipimpinnya untuk menjadi tuan rumah sekaligus mendukung kegiatan anak muda yang berskala nasional.
“Kabupaten Lampung Selatan saat ini sedang fokus pada pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan budaya. Kehadiran kegiatan seperti kongres KMHDI tentu akan menjadi daya dorong sekaligus peluang promosi daerah,” kata Bupati Egi.
Ia juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya menjadi acara sesaat, namun membuka ruang kolaborasi jangka panjang antara komunitas mahasiswa dan pemerintah daerah.
Dengan kehadiran peserta dari berbagai penjuru tanah air, pelaksanaan kongres ini diharapkan mampu mendorong Lampung Selatan sebagai daerah yang terbuka, inklusif, dan siap menjadi bagian dari agenda nasional. Kehadiran komunitas lintas daerah juga menjadi momentum penguatan solidaritas generasi muda dalam semangat kebinekaan.
Dalam konteks nilai-nilai keindonesiaan dan spiritualitas moderat, kegiatan ini mencerminkan pentingnya menjalin harmoni antar elemen masyarakat. Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia pun mengajarkan nilai serupa, bahwa perbedaan adalah bagian dari rahmat. Seperti tertuang dalam QS Al-Hujurat ayat 13: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣
yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ'ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr
Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.
Prinsip saling mengenal (ta'aruf) dan saling menghargai dalam keberagaman menjadi fondasi penting dalam pembangunan masyarakat yang rukun dan sejahtera. Kongres nasional KMHDI pun, dalam semangat itu, diharapkan bukan hanya menjadi ajang organisasi, tetapi juga wadah perjumpaan lintas budaya yang memperkuat tali persaudaraan dalam bingkai Indonesia yang damai. (Ugy/FM)
