Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gagas Kolaborasi Internasional, ITERA Libatkan Mahasiswa dari Sembilan Negara Edukasi Pengelolaan Wisata Pesisir Berkelanjutan

Foto : Dokumentasi The 3rd Coastal Sustainable Tropical Program (COSTROP) 2026 FTIK ITERA (Ugy/filsafatmuslim.com)

Filsafat Muslim -- Lampung Selatan, 30 Juni 2026 - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melibatkan mahasiswa internasional dari sembilan negara dalam penguatan pengelolaan wisata pesisir berkelanjutan di kawasan Dermaga Bom, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari The 3rd Coastal Sustainable Tropical Program (COSTROP) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) ITERA.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya sejak 2024, COSTROP menjadi ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan mahasiswa lintas negara dan lintas disiplin ilmu untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan tropis.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 42 mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Tanzania, Afghanistan, Korea Selatan, Mesir, Zimbabwe, dan Rwanda mengikuti rangkaian COSTROP 2026 yang berlangsung pada 29 Juni hingga 9 Juli 2026.

Kehadiran mahasiswa internasional tersebut tidak hanya memperluas jejaring akademik ITERA, tetapi juga memperkaya sudut pandang dalam merancang tata kelola kawasan wisata pesisir. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya bertumpu pada potensi ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kesiapsiagaan bencana.

Dalam kegiatan pengabdian di Dermaga Bom, sebanyak 65 peserta terlibat, terdiri atas mahasiswa internasional, dosen, mahasiswa ITERA lintas program studi, perwakilan pemerintah daerah, serta komunitas pesisir. Kolaborasi tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kawasan pesisir tropis yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mengusung konsep eduwisata pesisir melalui edukasi pengelolaan destinasi, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, mitigasi bencana pesisir, serta penguatan sistem informasi kawasan. Seluruh materi tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk diskusi, tetapi juga diterapkan secara langsung melalui aksi bersih pantai atau coastal clean-up bersama masyarakat setempat.

Ketua pelaksana COSTROP 2026, Indah Yusliga Sari Purba, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa internasional memberi nilai tambah dalam proses pembelajaran dan perumusan gagasan pengelolaan kawasan pesisir.

“Kolaborasi ini mendorong pengelolaan wisata pesisir yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana,” ujar Indah.

Menurutnya, kawasan pesisir seperti Dermaga Bom memiliki potensi besar sebagai ruang wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu dikelola dengan pendekatan yang tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait sampah, kerentanan bencana, dan tekanan terhadap lingkungan pesisir.

Melalui COSTROP 2026, ITERA menunjukkan peran aktif sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan di ruang akademik, tetapi juga menghadirkannya langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen ITERA dalam membangun kolaborasi global berbasis riset, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola kawasan Dermaga Bom sebagai destinasi wisata pesisir yang bersih, aman, edukatif, dan berkelanjutan. Selain itu, COSTROP juga menjadi langkah strategis ITERA dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan kawasan pesisir tropis di Sumatera. (Ugy/FM)