Mengukir Jejak Pengabdian: Itera Beri Penghargaan Tertinggi bagi Peletak Fondasi dan Tokoh Nasional
Lampung Selatan, Filsafat Muslim — Prestasi sebuah perguruan tinggi tidak lahir dari ruang hampa. Di balik derap langkah Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengarungi 12 tahun perjalanannya, terdapat keringat para perintis, keteguhan akademisi, serta dedikasi tanpa pamrih para penjaga roda administrasi kampus.
Menegaskan apresiasi tersebut, Itera menggelar penganugerahan tanda kehormatan bagi tokoh nasional, pimpinan terdahulu, dosen, hingga tenaga kependidikan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Selasa (6/10/2026).
Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar seremoni serah-terima plakat kehormatan, melainkan panggilan moral untuk terus berdampak bagi masyarakat luas.
"Prestasi bukan garis akhir perjalanan. Prestasi adalah modal dasar untuk melipatgandakan dampak nyata di tengah masyarakat," tegas Elfahmi di hadapan para sivitas akademika.
Pesan tersebut selaras dengan spirit Brave, Independent, Sustainable, and Adaptive (BISA) yang menjadi jangkar transformasi Itera dalam mengonversi riset dan pengetahuan menjadi inovasi yang solutif.
![]() |
| Foto : Rektor Itera bersama penerima tanda kehormatan Itera yang terdiri dari jajaran tokoh nasional, pimpinan terdahulu, dosen, hingga tenaga kependidikan |
Penghormatan bagi Peletak Fondasi Kampus
Sorotan utama dalam sidang terbuka ini tertuju pada penganugerahan Itera Adi Yasa Utama penghargaan prestisius yang diberikan kepada duet kepemimpinan periode sebelumnya, yakni Rektor Itera 2022–2026 Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si. Keduanya dipandang sukses meletakkan fondasi tata kelola serta akselerasi mutu akademik di masa-masa krusial pertumbuhan kampus.
Di panggung yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., hadir langsung menerima tanda kehormatan Itera Adi Karsa Utama atas kiprah dan kebijakan transformatifnya dalam memajukan lanskap pendidikan tinggi tanah air.
Apresiasi terhadap pengabdian akademis juga disematkan kepada Guru Besar ITB yang turut membidani keilmuan di Itera, Prof. Ir. Yazid Bindar, M.Sc., Ph.D., yang dianugerahi Itera Adi Yasa Madya.
Sementara itu, anugerah Itera Adi Karsa Madya diserahkan kepada dua srikandi penggerak pendidikan tinggi nasional: Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T. (atas komitmennya memperjuangkan kesejahteraan dosen) dan Dirjen Diktiristek Prof. Dr. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Ph.D. (atas dedikasi dalam penguatan kelembagaan kampus).
Panggung Khidmat dan Mengenang Jasa Pejuang Senyap
Suasana khidmat kian terasa saat panitia mengumumkan penerima Itera Adi Karsa Madya Amarta. Penghargaan ini diberikan kepada figur-figur yang mengabdikan masa dinas panjang demi kelangsungan institusi.
Tanda kehormatan tersebut dianugerahkan kepada Ir. Andi Oetomo, M.PL., atas dedikasi tanpa lelah sebagai dosen luar biasa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sekaligus Kepala Bagian Akademik dan Umum periode 2017–2026. Penghargaan serupa diberikan secara anumerta kepada almarhum Pujiono, S.Sos., M.M., sosok pamong yang selama hampir satu dekade mengawal tata usaha kampus hingga akhir hayatnya.
Mengapresiasi Penjaga Dapur Akademik
Menolak diskriminasi penghargaan yang kerap hanya melirik figur panggung utama, Itera turut memberi ruang panggung bagi dosen produktif dan tenaga kependidikan berdedikasi.
Kategori Itera Adi Cendekia penghargaan bagi pelaksana tridarma perguruan tinggi berkinerja unggul jatuh kepada tiga akademisi: Dr. Tarmizi Taher, S.Si., Dr. Jabosar Ronggur Hamonangan Panjaitan, S.T., M.T., dan Dr. Sri Efrinita Irwan, S.Si., M.Si. Ketiganya dinilai konsisten mencetak luaran riset dan pengabdian yang mengangkat reputasi akademik kampus.
Di lini pelayanan teknis, anugerah Itera Adi Nayaka diserahkan kepada Isti Putri Utami, S.P., M.Si., dan Eka Suderajat, S.Pd., M.Pd. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas etos kerja dan profesionalisme mereka dalam memastikan roda birokrasi serta fasilitas pembelajaran melayani mahasiswa dengan prima.
Melalui penganugerahan berlapis ini, Itera mengirim sinyal tegas: di usia ke-12, tradisi meritokrasi dan penghormatan atas rekam jejak kerja nyata adalah bahan bakar utama untuk melesat menuju keunggulan global.

.jpeg)