Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Semangat Pahlawan di Kampus Itera: Dari Ilmu hingga Ibadah dalam Pengabdian Bangsa

Foto : Dokumentasi Upacara Bendera Civitas Akademika ITERA Memperingati Hari Pahlawan (Ugy/filsafatmulim.com)

Filsafat Muslim - Pada 10 November 2025, Civitas akademika Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperingati Hari Pahlawan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang digelar di halaman Gedung A kampus Itera. Acara ini menjadi momen reflektif, bukan hanya untuk mengenang jasa para pejuang bangsa, tetapi juga sebagai ajakan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam dunia pendidikan dan pengabdian.

Bertindak sebagai pembina upacara, Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan. Dalam amanat yang membacakan pesan Menteri Sosial, Hadi menggarisbawahi bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah buah dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan yang ditanamkan para pejuang.

“Para pahlawan tidak hanya berperang dengan senjata, tetapi juga dengan kesabaran dalam belajar, merancang strategi, dan membangun solidaritas di tengah segala keterbatasan,” ungkapnya. Ia menambahkan, semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta pandangan jauh ke depan menjadi modal penting yang patut ditanamkan dalam setiap jiwa generasi penerus.

Dalam konteks kekinian, lanjut Hadi, perjuangan tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan melalui ilmu pengetahuan, empati sosial, dan pengabdian yang tulus. “Semangat membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan harus tetap hidup, agar tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tegasnya.

Foto : Dokumentasi Upacara Bendera Civitas Akademika ITERA Memperingati Hari Pahlawan (Ugy/filsafatmulim.com)

Pada kesempatan tersebut, Itera juga menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada lima pegawai dan pensiunan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Selain itu, cinderamata diberikan kepada peserta dengan kostum terunik sebagai simbol semangat kreativitas.

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur, seraya mengingatkan bahwa dalam Islam, semangat pengabdian dan perjuangan untuk kebaikan umat merupakan bagian dari amal ibadah. Itera mengajak seluruh sivitasnya untuk terus berkarya dan berinovasi dengan ruh perjuangan yang berlandaskan keikhlasan dan kemaslahatan, demi Indonesia yang lebih maju dan beradab. (Ugy/FM)