Satgas PPKPT Itera Dorong Ketua Ormawa Jadi “Panglima” Antikekerasan Kampus
Filsafat Muslim -- Itera Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Teknologi Sumatera menegaskan bahwa garda terdepan pencegahan kekerasan di kampus tidak hanya bertumpu pada aturan, tetapi juga pada kepemimpinan mahasiswa. Para ketua organisasi kemahasiswaan (Ormawa) diminta tampil sebagai teladan, sekaligus penggerak program pencegahan, demi menjadikan Itera ruang belajar yang aman dan inklusif.
Pesan itu disampaikan Ketua Satgas PPKPT Itera, Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., dalam sharing session bertajuk “Penguatan Tata Kelola Ormawa dalam Mewujudkan Keamanan, Kebersihan, dan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Itera” yang digelar di Aula Gedung Kuliah Umum 1, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan Pengurus Ormawa Itera periode 2026.
Martasari menekankan, posisi ketua Ormawa bukan sekadar simbol organisasi, melainkan pusat rujukan etika dan arah gerak mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, kami mengajak para ketua Ormawa untuk mengambil peran sebagai panglima-panglima antikekerasan di lingkungan kampus Itera. Jadilah pemimpin mahasiswa yang memberi teladan serta aktif mencegah segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Di hadapan peserta, ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan ketua dan pengurus Ormawa terhadap Peraturan Tata Laksana Organisasi Kemahasiswaan Itera. Baginya, tata kelola yang tertib bukan formalitas, melainkan pagar utama untuk memastikan organisasi berjalan profesional, beretika, dan tidak membuka celah terjadinya kekerasan baik verbal, fisik, seksual, perundungan, maupun bentuk lain yang merusak martabat manusia.
Satgas PPKPT menilai, upaya pencegahan akan efektif bila menjadi kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Kolaborasi antarelemen pimpinan kampus, pembina, pengurus, hingga anggota Ormawa dibutuhkan agar kultur organisasi kemahasiswaan tumbuh sehat: bersih dari praktik kekerasan, sekaligus kuat dalam tradisi saling menjaga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Satgas PPKPT Itera, Annisa Hevita Gustina K. S., S.Si., M.Mat., serta perwakilan anggota mahasiswa Satgas PPKPT, Reznandra Alvin. Sementara prosesi pelantikan diikuti unsur perwakilan Kabinet Keluarga Mahasiswa, Senat KM, serta 41 Himpunan Program Studi, termasuk perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa Daerah dan Kebudayaan di lingkungan Itera.
Pelantikan pengurus Ormawa periode 2026 secara resmi dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si. Prosesi ditandai dengan pembacaan ikrar jabatan penegasan komitmen moral para pengurus baru untuk menjalankan amanah organisasi dan menjaga marwah kampus.
Nilai-nilai Filsafat Muslim sebagai Penutup
Di balik tata kelola dan seremoni, pesan pencegahan kekerasan sejatinya bertemu dengan inti etika Islam:
• Amanah: jabatan Ormawa adalah titipan yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan alat kuasa untuk menekan.
• ‘Adl (keadilan): setiap mahasiswa berhak atas rasa aman dan perlakuan setara, tanpa intimidasi atau perundungan.
• Ihsan: kepemimpinan terbaik bukan yang paling keras, melainkan yang paling menjaga, mengayomi, dan memperbaiki.
• Hifz an-nafs (menjaga jiwa): pencegahan kekerasan adalah ikhtiar melindungi keselamatan dan martabat manusia.
• Adab dan ukhuwah: budaya organisasi yang beradab melahirkan persaudaraan kampus yang kuat kritik boleh tajam, tetapi akhlak tetap tegak. (FM/Ugy)

