Bupati Pringsewu Paparkan Potensi Daerah dalam Pembekalan Peserta KKN ITERA
Filsafat Muslim -- Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-17. Sebagai bagian dari pembekalan peserta, ITERA menghadirkan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, untuk menyampaikan potensi daerah serta tantangan pembangunan yang dapat menjadi ruang kontribusi mahasiswa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 ITERA, Selasa, 23 Juni 2026. Acara ini dihadiri Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ITERA, Dr. Handoyo, S.Si., M.T., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA, Dr. Muhamad Fatikul Arif, S.T., M.Sc., Kepala Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum ITERA, Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Dalam paparannya, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa mahasiswa KKN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan desa dan pekon.
Riyanto menjelaskan, Pringsewu merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Lampung, tetapi memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Di sektor pertanian, Pringsewu juga memiliki produktivitas padi yang termasuk tinggi di Lampung. Karakteristik tersebut dinilai menjadi potensi penting yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh mahasiswa KKN ITERA.
Bupati juga menyoroti besarnya potensi sektor pertanian di Lampung, mulai dari kopi, singkong, hingga padi. Ia berharap mahasiswa KKN ITERA dapat menghadirkan gagasan dan solusi inovatif yang mendukung hilirisasi hasil pertanian serta pemberdayaan masyarakat di daerah.
Sementara itu, Kepala LPMPP ITERA, Dr. Handoyo, yang mewakili Rektor ITERA, menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi. Melalui KKN, kompetensi akademik mahasiswa dipertemukan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pada periode ini, sekitar 1.000 mahasiswa ITERA mengikuti KKN melalui tiga skema, yaitu KKN Rekognisi, KKN Pengabdian, serta KKN Reguler yang mencakup skema tematik dan Pemberdayaan dan Pembelajaran Masyarakat (PPM).
Handoyo juga menyampaikan bahwa ITERA tengah mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti program KKN Internasional yang akan diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Siliwangi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya ITERA memperluas pengalaman belajar dan pengabdian mahasiswa hingga tingkat global.
“Mahasiswa diharapkan dapat mempelajari kearifan lokal yang ada di masyarakat. KKN bukan hanya sarana untuk mengabdi, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari masyarakat sehingga tercipta dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Handoyo.
Selain mendapatkan materi dari Bupati Pringsewu, peserta juga menerima pembekalan teknis pelaksanaan KKN yang disampaikan oleh Ayu Sinta Aprilia, S.T., M.Eng. Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKT) turut memberikan materi bertema “Aman Bertugas, Bekal Anti-Kekerasan untuk Mahasiswa KKN”.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan akademik, sosial, dan etika dalam menjalankan program KKN. Dengan bekal tersebut, mahasiswa ITERA diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan potensi daerah di lokasi pengabdian. (Ugy/FM)

