Sinergi Bersih Pantai: Mewujudkan Destinasi Wisata Pesisir yang Berkelanjutan dan Bebas Sampah di Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran
Filsafat Muslim -- Pesawaran, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Skema Mandiri Institut Teknologi Sumatera melaksanakan kegiatan bertajuk “Sinergi Bersih Pantai: Mewujudkan Destinasi Wisata Pesisir yang Berkelanjutan dan Bebas Sampah di Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran” di kawasan Pantai Klara, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kegiatan ini berlangsung pada 15-16 April 2026, kegiatan tersebut diketuai oleh Ulil Amri, S.Pi., M.Si dari Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Satriyo Panalaran, S.Kel., M.Eng, Ayu Libiaty Ahmad, S.Kel., M.T., Nafisa Nandalianadhira, S.T., M.T., Elsa Rizkiya Kencana, S.T., M.Sc., dan Maria Yosephine Simbolon, S.Kel., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, laboran, pengelola kawasan wisata, pengunjung, serta masyarakat setempat. Pihak mitra dari Desa Padang Cermin diwakili oleh Husen.
Program ini dilaksanakan untuk menjawab persoalan sampah di kawasan wisata Pantai Klara. Berdasarkan hasil observasi lapangan, sampah yang ditemukan di kawasan pantai didominasi oleh sampah anorganik, seperti botol plastik, kantong plastik, gelas plastik, kemasan makanan, dan sampah sekali pakai lainnya. Keberadaan sampah tersebut dapat mengurangi estetika kawasan wisata, menurunkan kenyamanan pengunjung, serta berisiko terbawa ke perairan laut dan mengganggu ekosistem pesisir.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Tim memberikan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, dampak sampah terhadap ekosistem laut, prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, serta prosedur keselamatan selama kegiatan berlangsung. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi Coastal Clean-Up melalui penyisiran area pantai, pengumpulan sampah, pemilahan sampah, serta pencatatan jenis dan berat sampah.
Dalam aksi bersih pantai tersebut, sekitar 45 relawan terlibat di lapangan. Relawan terdiri atas dosen, laboran, mahasiswa, pengunjung, pengelola kawasan, dan masyarakat setempat. Mereka menyisir sejumlah titik di kawasan wisata, termasuk area utama seperti dermaga dan aliran air. Sampah yang terkumpul kemudian dibuang ke tempat pembuangan sementara di sekitar kawasan Pantai Klara.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aksi Coastal Clean-Up berhasil mengumpulkan sekitar 20,5 kilogram sampah. Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah anorganik, terutama plastik dan botol bekas minuman. Selain menghasilkan dampak langsung berupa berkurangnya sampah di area pantai, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat ITERA menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola wisata, masyarakat, dan pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan serupa dinilai perlu dilakukan secara berkala, disertai peningkatan sarana pengelolaan sampah dan penguatan partisipasi masyarakat, agar Pantai Klara dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata pesisir yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. (Ugy/FM)



