Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kritik Mahasiswa Itera Terhadap Pemerintah : Dibawah Bendera Kehancuran

Foto : Dokumentasi Aksi Kamisan Jakarta (Ugy/filsafatmuslim.com)

Filsafat Muslim -- Lampung Selatan, 11 Agustus 2026, Ahmad Risky (Mahasiswa Prodi Sains Data 2023 Itera) menjelang perayaan hari kemerdekaan RI mengungkapkan kritiknya terhadap kinerja pemerintah melalui lantunan puisi yang dibuat dengan judul "Dibawah Bendera Kehancuran", bunyi puisi tersebut seperti berikut :


Di Bawah Bendera Kehancuran

Untuk Soekarno, dan seluruh founding fathers:

Maaf kuucapkan dari balik kekecewaan,

karena tidak merayakan kemerdekaan di tahun ini.

Untuk Prabowo Subianto, dan seluruh rezim yang ada saat ini:

Kepada kalian semua, aku mengutuk.

Sebab, untuk siapa kemerdekaan seperti ini dirayakan? 

Apakah kami yang masih bertahan di tengah kisruh pemerintah dan dunia di sekitarnya?

Tidak!

Apakah kami yang tetap harus bangun pagi,

berdesak-desakan di transportasi umum

atau menahan amarah di macetnya jalan kota?

Tidak!

Apakah kami yang pada akhirnya harus menukar detik, menit, jam waktu kami bersama keluarga,

menawar rasa sakit,

hanya demi menyambung hidup?

Tidak!

Apakah kami yang dicap tidak bersyukur, bodoh, dan selalu menyalahkan keadaan,

ketika bahkan peluh sebulan pun

tidak sanggup menutup kebutuhan pokok?

Tidak!

Apakah untuk kami perayaan ini dibuat? 

Apakah sudi kami ikut merayakannya? 

Tentu tidak!

Tidak dengan semua ketidakadilan yang kami telan bulat-bulat tiap harinya!

Tidak dengan keserakahan yang kami lihat setiap harinya!

Tidak dengan kemunafikan dan kecongkakan yang kami saksikan setiap harinya!

Lantas dengan apa kami harus merayakan kemerdekaan?

Ketika kalian merayakannya dengan uang keringat kami;

duduk nyaman di bawah tenda,

tersaji makanan dan minuman mewah,

tersenyum menyaksikan pertunjukan,

sementara kami,

hanya untuk menuntut hak dasar pun,

harus bertaruh nyawa dan karier.

Seolah bisa ‘hidup’ saja sudah menjadi hal yang begitu beruntung.


Tulisan mahasiswa Itera tersebut, diharapkan menjadi pengingat para pemimpin serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan negeri yang terus berproses. (Ugy/FM)