Mahasiswa KKN Universitas Lampung Pasang Plang Batas Desa di Dusun 6 Purwodadi Simpang
Filsafat Muslim -- Desa Purwodadi Simpang, 7 Agustus 2026, Upaya memperjelas batas wilayah sekaligus memperkuat identitas desa dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melalui pemasangan plang pembatas desa di kawasan perbatasan Dusun 6, Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, dengan wilayah Jati Agung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN di bidang lingkungan. Pemasangan plang dilakukan sebagai langkah sederhana namun penting untuk menghadirkan penanda wilayah yang lebih jelas, baik bagi masyarakat setempat maupun pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.
Sebelum plang dipasang, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pengecekan lokasi guna memastikan titik pemasangan sesuai dengan batas wilayah yang telah ditentukan. Proses pemasangan kemudian dilaksanakan bersama aparatur desa dan masyarakat setempat secara gotong royong.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memastikan plang dapat berdiri kokoh, mudah terlihat, dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai penanda batas wilayah.
Keberadaan plang pembatas diharapkan mampu memberikan kepastian informasi mengenai wilayah Dusun 6. Bagi masyarakat maupun pendatang, penanda tersebut dapat membantu mengenali wilayah administrasi Desa Purwodadi Simpang dengan lebih mudah.
Lebih dari sekadar papan penunjuk, plang batas desa juga menjadi bagian dari penataan lingkungan dan penguatan identitas suatu wilayah. Kejelasan batas administratif memiliki arti penting karena berkaitan dengan keteraturan ruang, kemudahan informasi, serta pengenalan terhadap kawasan desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Universitas Lampung menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung penyediaan fasilitas informasi bagi masyarakat. Meski diwujudkan dalam bentuk sarana yang sederhana, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat maupun Pemerintah Desa Purwodadi Simpang.
Pada akhirnya, kegiatan ini juga membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun desa. Dalam nilai-nilai Islam, gotong royong merupakan bagian dari semangat ta'awun atau saling menolong dalam kebaikan. Setiap upaya yang dilakukan dengan amanah serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar hasil fisik yang tampak. Sebab, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang mendirikan sebuah penanda, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan semangat memberikan manfaat bagi sesama. (Ugy/FM)
