Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rektor Itera Temui Anggota Komisi V DPR RI, Dorong Percepatan Pembangunan Auditorium Berkapasitas 7.000 Orang

Foto : Dokumentasi Silaturahmi Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dan Anggota Komisi V DPR RI Drs. Mukhlis Basri (Ugy/filsafatmuslim.com)

Filsafat Muslim -- Lampung, 7 Agustus 2026, Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., melakukan silaturahmi sekaligus diskusi bersama Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Mukhlis Basri, di Lamban Sabah, Jumat, 7 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Gedung Auditorium Itera serta dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di kampus tersebut.

Dalam pertemuan itu, Rektor Itera didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D., serta sejumlah dosen yang tergabung dalam tim pembangunan auditorium Itera.

Tim pembangunan auditorium melalui Andry Yuliyanto, S.T., M.T., M.Sc., memaparkan perkembangan pengajuan pembangunan gedung yang dirancang memiliki kapasitas hingga 7.000 orang. Dari sisi persiapan, proyek tersebut disebut telah memasuki tahap kesiapan administratif dan teknis.

Sejumlah dokumen pendukung juga telah disiapkan Itera, termasuk dokumen lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan.

Dari aspek teknis, Itera juga telah menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dipersyaratkan. Tahapan tersebut mencakup hasil uji tanah, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan standar terbaru, hingga penyusunan studi kelayakan atau feasibility study.

Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa rencana pembangunan auditorium berada dalam kategori layak secara ekonomi dan memiliki potensi memberikan manfaat yang signifikan apabila proyek dapat direalisasikan.

“Kami berharap pembangunan auditorium ini dapat segera direalisasikan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Komisi V DPR RI,” ujar Rektor Itera.

Foto : Dokumentasi Silaturahmi Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dan Anggota Komisi V DPR RI Drs. Mukhlis Basri (Ugy/filsafatmuslim.com)

Menurut Rektor, keberadaan auditorium menjadi kebutuhan penting seiring dengan perkembangan Itera. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik berskala besar, mulai dari perkuliahan umum, seminar nasional dan internasional, hingga beragam kegiatan kemahasiswaan.

Auditorium itu juga diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas internal perguruan tinggi. Itera memiliki harapan lebih luas agar bangunan tersebut dapat tumbuh menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan kemajuan pendidikan tinggi sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.

Dalam pemaparan tersebut, Itera turut menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berbagai catatan teknis juga terus ditindaklanjuti, termasuk menyangkut kesiapan akses jalan, kebutuhan utilitas listrik, hingga rencana pematangan lahan yang sedang diproses sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Mukhlis Basri, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Auditorium Itera. Menurutnya, perkembangan Itera dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup pesat sehingga perlu ditopang dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan yang memadai.

Dukungan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Mukhlis Basri juga menyampaikan rencana untuk mengajak anggota Komisi V DPR RI melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan auditorium dalam waktu dekat. Peninjauan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong realisasi pembangunan.

Pertemuan antara pimpinan Itera dan Anggota Komisi V DPR RI tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan membutuhkan sinergi lintas lembaga. Kesiapan teknis dan administratif menjadi fondasi, sementara dukungan kebijakan menjadi salah satu unsur penting agar sebuah perencanaan dapat bertransformasi menjadi fasilitas yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dalam nilai Islam, pembangunan sarana pendidikan memiliki dimensi yang melampaui pembangunan fisik. Pendidikan merupakan jalan untuk memperluas ilmu, sedangkan ilmu yang memberikan manfaat menjadi salah satu bentuk kebaikan yang pengaruhnya dapat terus dirasakan oleh banyak orang. Karena itu, setiap amanah pembangunan semestinya dijalankan dengan prinsip transparansi, tanggung jawab, dan orientasi pada kemaslahatan.

Auditorium pada akhirnya bukan sekadar bangunan dengan ribuan kursi. Di dalamnya kelak dapat lahir gagasan, ilmu pengetahuan, dialog, dan karya-karya generasi muda. Ketika sebuah pembangunan diarahkan untuk kepentingan pendidikan dan kemajuan masyarakat, maka nilai terbesarnya bukan hanya terletak pada megahnya bangunan, melainkan pada seberapa luas manfaat yang dapat ditinggalkannya bagi generasi berikutnya. (Ugy/FM)