Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Meretas Ikon Baru Sai Bumi Ruwa Jurai: Mega-Auditorium Itera Bersiap Wujudkan Pusat Kolaborasi Nasional

Foto : Dokumentasi Kegiatan Komitmen Komisi V DPR RI Pada Pembangunan Auditorium Multifungsi Itera Menggunakan APBN TH. 2027 (Ugy/filsafatmuslim.com) 

Filsafat Muslim -- Lampung Selatan, Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersiap memiliki ikon baru yang tidak hanya akan menjadi pusat kegiatan sivitas akademika, tetapi juga kebanggaan Provinsi Lampung. Komisi V DPR RI berkomitmen kuat untuk mendorong pembangunan Auditorium multifungsi Itera agar masuk dalam prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Mukhlis Basri, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan di Kawasan Kolaborasi Itera pada Selasa (11/8/2026). Menurut Mukhlis, kemajuan Provinsi Lampung saat ini menuntut ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, khususnya fasilitas yang mampu menampung kegiatan berskala masif.

"Kebutuhan auditorium multifungsi ini memang harus kita dorong realisasinya. Sebagai bentuk dukungan Komisi V, saya sampaikan kepada mitra kerja agar ini harus diprioritaskan," tegas Mukhlis di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan, fasilitas ini kelak dapat dimanfaatkan secara luas. Tidak hanya terbatas pada kebutuhan internal kampus, auditorium ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk kegiatan akademik, pemerintahan, kebudayaan, hingga konferensi berskala nasional.

Kunjungan kerja legislator Senayan tersebut disambut langsung oleh Rektor Itera, Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., yang didampingi oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Lampung, Pendi Maita Yunas, S.T., beserta jajaran pimpinan kampus.

Prof. Elfahmi menyambut baik sinyal positif dari Komisi V DPR RI tersebut. Ia memaparkan bahwa auditorium ini akan menjadi urat nadi baru bagi pusat pendidikan, kolaborasi, dan pendorong inovasi teknologi di Sumatera.

"Auditorium ini kelak menjadi venue kegiatan nasional dan internasional. Selain itu, kehadirannya berfungsi sebagai sarana hilirisasi riset untuk mempercepat solusi nyata, wadah kolaborasi triple helix, dan sarana pengembangan talenta teknologi," jelas Prof. Elfahmi.

Secara teknis, mega-proyek ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5,5 hektare. Bangunan ini dirancang untuk menampung kapasitas maksimal hingga 7.000 orang, dengan rincian kapasitas tribun sebanyak 3.000 kursi dan kapasitas aula utama (main hall) mencapai 5.000 orang.

Meski dibangun dalam skala yang sangat besar, Itera menjamin tidak akan menanggalkan identitas esensialnya sebagai Forest Campus. Desain dan proses pengembangan kawasan dipastikan akan mempertahankan keberadaan pepohonan dan ruang terbuka hijau, sehingga kemajuan infrastruktur tetap berjalan harmonis dengan kelestarian lingkungan hidup.

Tinjauan Nilai-Nilai Islam: Amal Jariyah dan Konsep Khalifah di Bumi

Dalam kacamata keislaman, ikhtiar pembangunan fasilitas pendidikan dan ruang publik ini sejatinya sangat selaras dengan nilai-nilai luhur Al-Qur'an. Pertama, pembangunan auditorium yang ditujukan untuk memfasilitasi pencarian ilmu, riset, dan penyebaran inovasi merupakan bentuk nyata dari fasilitas yang mencetak ilmu yang bermanfaat. Dalam Islam, memfasilitasi lahirnya ilmu pengetahuan adalah bagian dari amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus meskipun seseorang telah tiada.

Kedua, komitmen teguh Itera untuk tetap menjaga ruang terbuka hijau dan melestarikan pepohonan (Forest Campus) di tengah laju pembangunan merupakan implementasi langsung dari tugas manusia sebagai khalifah fil ardh (wakil atau pemelihara di muka bumi). Islam sangat melarang eksploitasi yang merusak lingkungan, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 56: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya." Pembangunan yang mengedepankan keseimbangan antara peradaban teknologi dan kelestarian alam ini mencerminkan semangat rahmatan lil 'alamin—sebuah infrastruktur yang tidak hanya membawa kebaikan bagi manusia, tetapi juga kedamaian bagi alam sekitarnya. (Ugy/FM)