Sinergi Itera 2026: Rektor Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kampus dan Orang Tua Cetak Mahasiswa Paripurna
Filsafat Muslim -- Lampung Selatan, Keberhasilan pendidikan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan peran institusi dan dosen di ruang kelas. Menyadari hal tersebut, Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) menggelar Temu Awal Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Angkatan 2026.
Acara yang mengusung tema "Sinergi Itera: Saling Jaga dengan Edukasi, untuk Raih Prestasi Bersama Keluarga dan Institusi" ini diselenggarakan dengan khidmat di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera, pada Selasa (11/8/2026).
Di hadapan ratusan orang tua mahasiswa baru yang memadati ruangan, Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan keluarga adalah pilar krusial selama mahasiswa menempuh studi. Menurutnya, dinamika kehidupan kampus menuntut jalinan kerja sama yang erat antara pihak akademik dan keluarga di rumah.
"Kehidupan mahasiswa di kampus tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pihak keluarga, khususnya orang tua," tegas Prof. Elfahmi.
Ia memaparkan, kolaborasi yang baik akan melahirkan sistem dukungan yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga harus matang secara emosional dan spiritual. Hal ini mencakup kemampuan mengelola emosi, menjunjung tinggi etika dan kejujuran, serta memiliki landasan spiritual yang kuat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Itera, Dr. Ikah N.P. Permanasari, S.Si., M.Si., menyebut Sinergi Itera sebagai ruang silaturahmi yang strategis guna menyatukan visi antara kampus dan wali mahasiswa.
"Melalui program ini, orang tua dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai kehidupan mahasiswa di kampus, sekaligus memahami berbagai bentuk dukungan yang telah disiapkan Itera selama proses perkuliahan berlangsung," jelas Dr. Ikah.
Guna memberikan gambaran yang komprehensif mengenai ekosistem kampus, acara ini turut menghadirkan tiga narasumber utama. Dr. Ciptati, M.S., M.Sc., membuka sesi dengan mengupas tuntas lika-liku serta proses adaptasi kehidupan kampus. Selanjutnya, Dr. Rahmat Kurniawan, S.Si., M.Si., memaparkan ketentuan dan regulasi terkait Tahap Persiapan Bersama (TPB) yang wajib dilalui oleh seluruh mahasiswa baru.
Sebagai penutup, Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi (PPKPT) Itera, Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., menyosialisasikan komitmen tegas institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Tinjauan Nilai-Nilai Islam: Mengawal Generasi melalui Ta'awun dan Penjagaan Keluarga
Langkah kolaboratif yang diinisiasi Itera melalui program "Saling Jaga" ini sangat selaras dengan prinsip pendidikan holistik dan pembinaan generasi dalam Islam. Dalam Al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." Ayat ini merupakan fondasi utama bahwa penjagaan dan pendidikan anak tidak pernah lepas dari pundak orang tua, meskipun sang anak telah memasuki usia dewasa dan berada di perguruan tinggi. "Saling Jaga" antara pihak kampus dan keluarga adalah implementasi nyata dari perintah pelestarian moral dan akidah tersebut.
Lebih jauh, harapan Rektor Itera agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mapan secara emosional (beretika, jujur) dan spiritual, merepresentasikan konsep fundamental pendidikan Islam, yakni Al-Adab fawqa Al-Ilm (Adab/etika kedudukannya berada di atas ilmu). Pengetahuan teknologi yang canggih akan menjadi destruktif tanpa adanya kejujuran dan kecerdasan spiritual.
Oleh karena itu, sinergi antara pihak kampus sebagai instrumen pendidikan formal dan orang tua sebagai madrasah ula (pendidikan pertama dan utama) adalah wujud nyata dari ta'awun 'alal birri wat-taqwa (tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan) guna mencetak generasi ulul albab generasi yang tidak hanya tajam akal pikirannya, namun juga bersih dan mulia hatinya. (Ugy/FM)
