Bakti Sosial Keagamaan II ITERA: Berbagi Cerita, Menjalin Kasih Antar Generasi
Filsafat Muslim - Pada 26 oktober 2025 di Bandar Lampung, Kementerian Agama KM ITERA bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Peradaban Islam ITERA akan menggelar kegiatan Bakti Sosial Keagamaan II dengan tema “Berbagi Cerita, Menjalin Kasih Antar Generasi” di Panti Asuhan Raudhatul Aitam. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan pengamalan nilai keagamaan di kalangan mahasiswa.
Berbagi Cerita, Menjalin Kasih Antar Generasi
Tema ini merefleksikan kehangatan hubungan antara generasi muda dan generasi tua. Berbagi cerita berarti saling bertukar pengalaman hidup — mahasiswa belajar tentang keteguhan, kesabaran, dan makna kehidupan dari para penghuni panti, sementara para lansia dan anak-anak merasakan semangat baru dari kehadiran generasi muda. Menjalin kasih antar generasi menjadi simbol bahwa kasih sayang tidak mengenal usia; kegiatan ini menjembatani dua generasi dalam suasana kekeluargaan dan saling menghargai.
Kasih Sayang dan Kepedulian
Nilai utama yang ingin ditegaskan dalam kegiatan ini adalah kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Dalam ajaran agama, menghormati orang tua dan menyayangi anak kecil adalah amal yang sangat mulia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk menanamkan semangat bersyukur, berempati, dan menebar kebaikan kepada siapa pun, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih.
Bentuk Dukungan Sosial untuk Panti Asuhan Raudhatul Aitam
Selain bantuan berupa kebutuhan pokok, dukungan yang paling dibutuhkan oleh penghuni panti adalah dukungan emosional dan kebersamaan. Para lansia membutuhkan teman untuk berbagi cerita dan mendengar pengalaman mereka, sementara anak-anak memerlukan sosok yang bisa memberikan kasih sayang seperti keluarga. Kunjungan rutin, kegiatan interaktif, dan doa bersama menjadi bentuk nyata dukungan yang dapat menumbuhkan kebahagiaan dan semangat hidup bagi mereka.
Momen Paling Menyentuh dan Pelajaran yang Diperoleh
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah ketika para nenek tersenyum sambil mengenang masa lalu dan anak-anak tertawa bahagia saat bermain bersama panitia. Dari momen itu, para peserta belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari hal besar, melainkan dari ketulusan untuk hadir dan mendengarkan. Setiap perhatian kecil yang diberikan dengan hati tulus dapat membawa makna besar bagi orang lain.
Sebagai bentuk tindak lanjut, panitia berkomitmen untuk menjaga silaturahmi dengan penghuni Panti Asuhan Raudhatul Aitam melalui kunjungan berkala dan kegiatan lanjutan yang berkelanjutan. Kementerian Agama KM ITERA juga bertekad menanamkan semangat berbagi, menghargai antar generasi, dan memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar memahami arti kasih dan kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kebaikan ini tidak berhenti di acara ini saja, tetapi terus hidup dalam keseharian mahasiswa ITERA,” ujar perwakilan panitia.
Dengan semangat kebersamaan dan kasih, kegiatan Bakti Sosial Keagamaan II diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar generasi serta menghidupkan kembali nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial kampus. Mahasiswa diajak untuk menjadikan aksi berbagi bukan sekadar agenda, melainkan gaya hidup yang membawa keberkahan bagi sesama. (Ugy/FM)


